Kazakhstan Membuka Keran Pengiriman Obat & Alat Kesehatan

Peluang kerjasama dengan negara pecahan uni soviet memungkinkan UMKM merambah usaha obat-obatan sampai ke Kazakhstan.

Kazakhstan merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat konsumsi obat per-kapita tertinggi di antara negara-negara pecahan Uni Soviet. Sektor obat-obatan merupakan sektor yang sangat diprioritaskan oleh Pemerintah Kazakhstan untuk mendapat FDI. Berdasarkan program nasional untuk pengembangan industri farmasi, Pemerintah Kazakhstan diberi mandat untuk memasok 50% kebutuhan obat-obatan dan produk kesehatan yang diproduksi secara lokal pada tahun 2018.
Untuk memenuhi target ini, modernisasi dan pembangunan fasilitas produksi farmasi baru terus dikebut oleh Pemerintah Kazakhstan. Sekitar tujuh tahun lalu, Kazakhstan mengadopsi standar GMP internasional (Good Manufacturing Practice) untuk pembuatan obat. Saat ini, terdapat tujuh produsen farmasi bersertifikat GMP di Kazakhstan.

Kazakhstan masih mengimpor produk obat-obatan senilai USD 1.09 Miliar. Produsen obat domestik di Kazakhstan juga hanya memproduksi produk obat-obatan dasar/generik yang tidak membutuhkan teknologi dan inovasi yang tinggi. Sedangkan, untuk obat-obatan yang lebih kompleks (seperti obat kanker, antibiotik generasi 2 & 3 dan penyakit kardiovaskular lainnya) masih didatangkan dari luar negeri/diimpor.
Registrasi obat di Kazakhstan memerlukan waktu 210 hari untuk obat yang diresepkan, dan 6-12 bulan untuk produk obat yang dijual bebas. Kazakhstan menerapkan standar pharmacopy Uni Eropa dan mengharuskan perusahaan obat memiliki sertifikasi GMP. Produsen obat asing dapat mengikuti tender pengadaan obat pemerintah melalui distributor lokal di Kazakhstan.

Pasar Obat-obatan di Kazakhstan terbagi menjadi 3 segmen utama yakni: State Procurement, Wholesellers, dan Ritel/Pharmacies.
1.  State Procurement
Untuk obat-obatan diimplementasikan melalui mekanisme tender yang diumumkan melalui pemerintah pusat. Pemerintah daerah dan departemen kesehatan di provinsi/kota. State Procurement memasok 40-50 persen kebutuhan pasar obat di Kazakhstan
2. 
Wholeselers/Distributor
Mempunyai margin rata-rata di tangan distributor adalah 7-15%. Berdasarkan data Vi-Ortis, Sebuah firma konsultasi pasar obatobatan, terdapat 7 distributor utama dengan pangsa pasar mencapai 60%. Salah satu distributor yang terbesar adalah “LLC AMANAT” yang mengontrol 15% segmen wholesellers ini
3. 
Pharmacies/Ritel
Porsi apotik/Ritel menyumbang sekitar 50% dari total pasar obat. 6 jaringan apotik besar mengendalikan sekitar 35% pasar.  LLC Amanat, yang juga merupakan distributor, menyumbang porsi sekitar 10% sehingga Margin yang didapat dari pharmacies/ritel sekitar 12-25%.
Penjualan Produk Obat di Kazakhstan, terutama untuk obat yang harus diresepkan (Prescription Drugs, baik generic atau paten) dan Obat Paten (Patented Drugs) merupakan yang tertinggi diantara negara-negara pecahan Uni Soviet. Obat yang diresepkan dan obat paten di Kazakhstan mayoritas merupakan obat impor sehingga harga sangat terpengaruh fluktuasi kurs dan perubahan pendapatan masyarakatnya.
Beberapa jenis obat yang potensial untuk masuk ke Kazakhstan antara lain: obat penyakit cardiovascular, kanker, diabetes, antibiotik, dan vaksin.
Produsen obat Indonesia akan memiliki prospek yang potensial di Kazakhstan apabila dapat mensuplai, antara lain:

  • Vaksin dan other immuno-biological medications for immuno-prophylaxis of population
  • Obat anti diabetes dan Penyakit Kardiovaskular/jantung
  • Obat Oncology/kanker
  • Obat anti-bakteri/antibiotics
  • Obat-obatan dan dialyzer, dan persediaan medis untuk pasien dengan defisiensi fungsi ginjal dan pasien pasca operasi transplantasi ginjal.

Hal ini didasari dengan fakta bahwa penyebab kematian penduduk Kazakhstan masih didominasi oleh penyakit kardiovaskular/jantung, kanker, diabetes, obesitas dan ginjal.
Indonesia dan Kazakhstan memiliki MoU antara the National Agency of Drug and Food Control of the Republic of Indonesia and the Republican State Enterprise on the Right of Economic Maintaining “National Centre for Expertise of Medicines, Medical Devices and Medical Equipment” of the Ministry of Health and Social Development of the Republic of Kazakhstan concerning bilateral cooperation on Medicines di Almaty, Kazakhstan pada awal November 2016.
Pasar obat-obatan di Kazakhstan memiliki potensi cukup besar karena masih banyaknya obat yang diimpor dari luar negeri. Pendapatan per kapita Kazakhstan yang telah mencapai USD 9,130 pada 2020, juga menjadi dasar bahwa daya beli masyarakat Kazakhstan cukup tinggi. Selain itu, Kazakhstan juga telah menjadi anggota Eurasian Economic Union (EAEU) sehingga tercipta sebuah custom union diantara Kazakhstan, Russia, Belarus, Armenia, dan Kyrgyzstan dengan total populasi mencapai 182 juta dan arus pergerakan bebas untuk barang dan jasa. Tertarik mencoba peluang kirim ke negara yang terkenal dengan julukan Virgin lands tersebut?

Referensi: KBRI Kazakhstan