Negara Tujuan Ekspor Keripik Singkong

Bagaimana kirim keripik singkong ke luar negeri?

Cemilan khas yang renyah berbahan dasar opak ini ternyata diminati oleh orang dari berbagai belahan dunia. Hasil irisan singkong yang dibuat tipis-tipis dan digoreng hingga garing membuatnya identik dengan cita rasa asin gurih yang lezat. Macam-macam rasa yang dihadirkan dalam bentuk snack seperti keju, sapi panggang, balado, keripik singkong dapat diolah dengan menggunakan bumbu-bumbu tambahan.

Keripik singkong sangat mudah untuk diolah dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama jika sudah dibungkus dengan rapih. Jika Anda tertarik mengkomersialkan makanan renyah ini, pastikan sudah terdaftar di BPOM, HACCP, dan izin PIRT. Kami akan membuat artikel khusus mengenai pengurusan izin membuat makanan ringan sebelum Anda mengirim lewat layanan kurir internasional Kilo.id.

Faktanya, keripik ubi ungu pernah mendapatkan nominasi sebagai cemilan terbaik di New York dalam ajang Specialty Outstanding Food Innovation (SOFI) Awards kategori Savory Snack. Penghargaan ini diberikan pada pameran Summer Fancy Food Show (SFFS) 2018 di Javits Convention Center, New York, Amerika Serikat. Artinya bahwa keripik ini sudah bisa menembus market AS, juga negara-negara lain yang perlu kamu ketahui.

Berikut negara tujuan ekspor keripik singkong yang banyak mendatangkan keripik singkong asal Indonesia:
1. Jerman
Sebagian negara maju yang terletak di kawasan Eropa Barat, kebanyakan penduduk Jerman memiliki pekerjaan di bidang yang kurang berdekatan dengan bidang kuliner. Menurut catatan DW mengenai profesi yang dicari di Jerman, salah satunya adalah juru masak handal. Untuk menutupi kekurangan di bidang ini dan bidang-bidang lain, pemerintah sudah berusaha untuk menarik pekerja berkualifikasi antara lain dari Meksiko, Filipina, Brazil, India, serta Vietnam.
Namun yang menjadi unggul, para importir di sana terus memenuhi kebutuhan masyarakat dengan mendatangkan cemilan keripik singkong jadi. Di negara maju, perizinan impor makanan cukup dipersulit sehingga Anda harus memastikan kelengkapan dokumen sebelum melakukan kirim makanan ke Jerman.
2. Hong Kong
Hubungan diplomasi ekonomi antara Indonesia dengan Hong Kong menekankan 3 hal utama, yaitu meningkatkan intensitas kerja sama perdagangan, pemanfaatan peluang yang belum tergarap, serta penguatan dukungan Pemerintah dalam bentuk insentif bagi dunia usaha. Sebagai salah satu wilayah adidaya di Asia, Hong Kong memiliki peranan penting dalam mempekerjakan para TKI serta mendatangkan produk-produk Indonesia.
3. 
Belgia
Memiliki hubungan baik dengan Indonesia yang terjalin selama 70 tahun, Belgia membuka peluang besar bagi para industri makanan di tanah air untuk bisa ekspor ke negara yang terkenal dengan kota Brussel ini. Adapun negara yang masuk kawasan Uni Eropa memiliki peraturan yang cukup ketat terhadap makanan dan obat-obatan, namun dengan persyaratan yang baik maka eksportir dapat melebarkan sayapnya untuk menyuplai kebutuhan pangan di negara tersebut.
4. Belanda
Di tengah pandemi Covid-19, produk makanan ringan keripik singkong, asal perusahaan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) justru berhasil merambah pasar Eropa. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memuji produk lokal itu bisa berjualan hingga ke negara-negara Eropa.
Belanda menjadi yang terbanyak menyuplai keripik kentang ke restoran Indonesia yang bertebaran di sepanjang negara yang terkenal dengan sebutan negara kincir angin itu.
5. Korea Selatan
Dikutip dari Antara Jabar, Lima produk UMKM asal Jawa Barat yakni jenis camilan seperti keripik singkong, ubi, tempe, pisang, dan kerupuk kulit, berhasil menembus pasar Korea Selatan. Cemilan khas Jawa Barat ini disukai di sana terutama pada saat musim dingin. Makanan seperti keripik singkong biasanya oleh warga sana dipasangkan bersama minuman penghangat.